CEDS FEB Unpad kembali mencatatkan prestasi dalam bidang penelitian melalui keberhasilan dua tim peneliti yang memperoleh pendanaan Program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi Tahun 2026. Program ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan untuk mendukung riset yang berkontribusi pada penguatan kebijakan dan tata kelola keuangan publik di Indonesia.
Berdasarkan Pengumuman Nomor PENG-3/PP/PP.6/2026, Universitas Padjadjaran memenangkan dua dari lima topik proposal. Kedua penelitian tersebut mengangkat isu strategis yang relevan dengan kebutuhan unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan, mulai dari penguatan tata kelola dan keamanan data keuangan negara hingga pengembangan model pembiayaan inovatif bagi Badan Layanan Umum (BLU).
Salah satu penelitian berfokus pada pengembangan tata kelola dan keamanan data keuangan negara yang adaptif, interoperabel, dan resilien di era kecerdasan artifisial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan Badan Teknologi Informasi dan Intelijen Keuangan (BaTII) dalam memperkuat pengelolaan data keuangan negara.
Sementara itu, penelitian lainnya mengkaji pengembangan model pembiayaan inovatif bagi Badan Layanan Umum melalui simulasi berbagai skenario kebijakan pengelolaan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dalam memperkuat kinerja BLU sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi aktif para peneliti Universitas Padjadjaran dalam menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan kebijakan publik.
