RSSE II 2026 CEDS FEB Unpad: Paparan Riset dari Kebijakan Energi hingga Inklusi Keuangan

Bandung, CEDS FEB UNPAD – Research Seminar Series in Economics (RSSE) kembali digelar pada Kamis (13/08/2026) di Ruang Seminar MET FEB UNPAD, Bandung dan Jum’at (14/08/2026) secara daring. Kegiatan ini berisi paparan hasil riset dari berbagai peneliti CEDS FEB UNPAD dengan berbagai topik penelitian aktual yang menarik untuk dicermati. 

Pada hari pertama, RSSE diisi dengan paparan 4 hasil penelitian. Keempat penelitian tersebut dipaparkan oleh  Ari Tjahjawandita, Yayan Satyakti, Ahmad Luqman, dan Viktor Pirmana. Ari Tjahjawandita sebagai presenter penelitian pertama, memaparkan penelitian mengenai bukti empiris dari titik optimum antara kepentingan masyarakat kota dan pemerintah pusat dalam pengembangan perkotaan/kabupaten. Hasil awal penelitian tersebut masih membuka ruang pengembangan lebih lanjut. 

Sesi pemaparan hasil riset selanjutnya dipresentasikan oleh Yayan Satyakti yang menjelaskan analisis penerapan biodiesel B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026 sebagai pengganti bahan bakar minyak konvensional, dengan temuan net social benefit sebesar -273 poin pada tahun 2035. Sementara, riset yang dipaparkan oleh Ahmad Luqman hakim berfokus pada hasil penelitian mengenai Islamic Green Social Microfinance yang membangun landasan normatif dari kaidah Maqashid Al-Syari’ah, khususnya hifz al-bi’ah. Seminar hari pertama ditutup dengan paparan hasil riset Viktor Pirmana mengenai sumber emisi dari 185 sektor industri utama menurut BPS, dengan temuan total emisi antropogenik hingga 530,8 Mt CO2 pada tahun 2020.

RSSE dilanjutkan secara daring pada hari kedua dengan presentasi 7 penelitian yang dipaparkan oleh Ekki Syamsulhakim, Bagdja Muljarijadi, Wawan Hermawan, Ahmad Komarulzaman, Heriyaldi, Ferry Hadiyanto, dan Irlan A. Rum. Seminar dibuka dengan paparan dari Ekki Syamsulhakim mengenai preliminary research tentang Dampak Intervensi Program Desa Bebas Stunting Rumah Zakat. Penelitian preliminary ini mencatatkan hasil awal positif berupa perbedaan tinggi badan anak sebesar 2,72 cm melalui analisis double difference, meski evaluasi masih memerlukan penguatan basis data dan kelompok counterfactual yang lebih ideal. 

Pemaparan hasil penelitian kedua dipaparkan oleh Bagdja Muljarijadi mengenai Gambaran Pendidikan Menengah Atas dan Kejuruan di Jawa Barat yang menyoroti kontribusi pendidikan Jawa Barat terhadap ekonomi nasional. Lalu, penelitian ketiga dipresentasikan oleh Wawan Hermawan dengan penelitiannya yang berjudul Arsitektur Kesejahteraan Berkelanjutan: Analisis Multilevel Micro-Macro mengenai Kualitas Lingkungan, Kerja Layak, dan Kesejahteraan Rumah Tangga di Indonesia yang mengintegrasikan ekonomi lingkungan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan untuk mengevaluasi dampak pada tingkat mikro maupun makro.

Tahapan seminar dilanjutkan oleh Ahmad Komarulzaman yang memaparkan hasil risetnya mengenai Toward Affordable and Inclusive Water Access in Indonesia: Determinants, Impacts, and Policy Pathways. Riset ini menemukan bahwa keterjangkauan air melampaui masalah akses fisik dan berhubungan kuat dengan kerawanan pangan rumah tangga. Kemudian, Heriyaldi mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai Determinan Kepemilikan Uang Elektronik Berbasis Teknologi yang menemukan hasil bahwa akses internet sebagai penentu utama kepemilikan e-wallet, sementara kartu chip tampil sebagai alternatif inklusif tanpa koneksi internet.. Setelahnya, sesi seminar dilanjutkan oleh Ferry Hadiyanto yang mempresentasikan hasil penelitiannya tentang ancaman kerawanan pangan di tengah transisi menuju aging population dan urbanisasi, khususnya di Jawa Barat, dengan hasil pengujian awal yang belum menunjukkan pengaruh signifikan variabel demografi. Terakhir, seminar RSSE ditutup oleh Irlan A. Rum dengan hasil penelitiannya yang menawarkan pendekatan WISE untuk memetakan pola kesejahteraan, inklusi, dan keberlanjutan yang kerap tidak terlihat pada data makro konvensional, sebagai alternatif pendamping PDB.

Secara keseluruhan, rangkaian RSSE ini menegaskan pentingnya kebijakan publik yang komprehensif dan berbasis data bagi ekonomi, pendidikan, keuangan inklusif, dan lingkungan di Indonesia. Seminar hari pertama berlangsung secara luring di CEDS Seminar Room, Gedung CEDS FEB UNPAD, Bandung, dan dilanjutkan secara daring pada hari kedua, sehingga menjangkau peserta dari berbagai lokasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Nantikan sesi berikutnya dalam rangkaian Research Seminar Series in Economics 2026, dan ikuti informasi selengkapnya melalui situs web resmi atau tim CEDS FEB UNPAD.

Penulis: Muhammad Hasan Azzam, Izzat Zeyd