Diseminasi Kajian Swakelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Mengurangi Kemiskinan

CEDS Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil riset bertajuk “Kajian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Mengurangi Kemiskinan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan basis kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam mendukung program perlindungan sosial, khususnya pada sektor kesehatan, sebagai instrumen strategis pengurangan kemiskinan di Indonesia.

Kajian ini berfokus pada analisis peran kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menekan beban pengeluaran kesehatan langsung (out-of-pocket expenditure), mengurangi risiko pengeluaran kesehatan katastropik rumah tangga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat rentan. Secara konseptual, penelitian ini menempatkan JKN tidak hanya sebagai program jaminan kesehatan, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial yang berkontribusi terhadap pencegahan jatuhnya rumah tangga ke dalam kemiskinan serta penurunan tingkat kerawanan pangan.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed-method, yang mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif. Pada sisi kuantitatif, kajian memanfaatkan data SUSENAS 2024 melalui pemodelan ekonometrika dan simulasi poverty averted guna mengestimasi jumlah rumah tangga yang berpotensi terhindar dari kemiskinan akibat perlindungan finansial yang diberikan oleh JKN. Analisis ini memungkinkan identifikasi dampak program secara terukur terhadap pengeluaran rumah tangga, khususnya pada kelompok berpendapatan rendah.

Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam untuk menangkap pengalaman nyata kelompok rentan, termasuk petani, nelayan, guru pesantren, dan pedagang kecil. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan di wilayah Garut, Cirebon, dan Bandung, sehingga mampu memberikan gambaran kontekstual mengenai dinamika pemanfaatan JKN di tingkat lokal, termasuk tantangan akses, persepsi manfaat, serta strategi bertahan rumah tangga dalam menghadapi risiko kesehatan dan ekonomi.

Hasil kajian menunjukkan bahwa kepesertaan JKN memiliki kontribusi signifikan dalam menurunkan tekanan finansial akibat biaya kesehatan, sekaligus berperan dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keberlanjutan program JKN, peningkatan kualitas layanan, serta penyempurnaan kebijakan yang lebih responsif terhadap karakteristik sosial-ekonomi dan geografis wilayah.

Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan inklusif, serta memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam mendorong sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.